SEMARANG, — Bagaimana cara meraih beasiswa magister? Pertanyaan inilah yang dijawab tuntas dalam Alumni Sharing Session Edisi 01 yang digelar Walisongo Career Center (WCC) UIN Walisongo Semarang pada Senin, 3 Agustus 2026. Mengangkat tema “How to Win a Scholarship: Rahasia Lolos Beasiswa S2”, kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting ini menghadirkan narasumber inspiratif dari kalangan alumni sendiri.
Narasumber tersebut adalah Tata Ayu Ma’rufah, lulusan Program Studi Akuntansi Syariah UIN Walisongo angkatan 2021. Berbekal beasiswa yang berhasil diraihnya, ia kini tengah melanjutkan pendidikan Magister Akuntansi Syariah di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Kenali Ragam Beasiswa Sebelum Mendaftar
Sesi dibuka dengan cerita perjalanan Tata Ayu hingga berhasil memperoleh beasiswa. Ia kemudian mengupas beragam skema pendanaan studi magister yang bisa dibidik mahasiswa dan alumni — mulai dari beasiswa internal kampus tujuan hingga program eksternal dari pemerintah maupun lembaga mitra. Mengenali karakter tiap skema, menurutnya, menjadi pijakan awal dalam menentukan tips lolos beasiswa S2 yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing pendaftar.
Empat Kunci Persiapan Beasiswa
Tidak ada keberhasilan yang instan — persiapan harus dicicil jauh sebelum pendaftaran resmi dibuka. Setidaknya ada empat hal yang ditekankan narasumber:
- Rajin menelusuri informasi beasiswa melalui kanal resmi penyelenggara maupun komunitas awardee.
- Menulis esai yang punya unique selling point agar menonjol di mata reviewer.
- Mengurus kelengkapan administrasi dengan cermat, tanpa menunda hingga tenggat.
- Menyiapkan sertifikat kompetensi bahasa Inggris dan akademik sedini mungkin, karena keduanya menjadi syarat mayoritas program beasiswa.
Petakan Rencana Studi Sejak Semester Awal

Di luar urusan teknis pendaftaran, peserta juga diajak menata arah akademiknya lebih awal. Caranya antara lain dengan menetapkan target studi lanjut sejak semester-semester pertama, mulai memikirkan topik riset, memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menunjang proses penulisan, hingga merumuskan rencana karier yang nantinya dituangkan ke dalam esai beasiswa.

Filosofi “Durung Wayahe” untuk Para Pejuang Beasiswa
Di penghujung acara, Tata Ayu menitipkan pesan yang menggugah: “Bunga yang dipetik hari ini tidak ditanam kemarin sore.” Baginya, ungkapan itu menggambarkan bahwa capaian besar selalu lahir dari proses panjang, kesiapan yang matang, dan usaha yang konsisten. Kepada peserta yang pernah tertolak beasiswa, ia berpesan untuk tidak patah semangat, sebab “Jawa tidak menyebutnya gagal, tapi durung wayahe“ — belum waktunya.
Melalui rangkaian Alumni Sharing Session ini, WCC berkomitmen menghubungkan mahasiswa dan alumni dengan kisah sukses para lulusan, agar semakin banyak sivitas UIN Walisongo yang berani melangkah ke jenjang magister dan mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.
Nantikan Alumni Sharing Session edisi berikutnya melalui laman wcc.walisongo.ac.id dan Instagram @wcc.official.