Semarang – Walisongo Career Center (WCC) UIN Walisongo Semarang menghadiri Seminar dan Sosialisasi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UIN Walisongo bertema “Akselerasi Daya Saing Lulusan UIN Walisongo di Pasar Kerja Melalui Sertifikasi Kompetensi” pada Senin, 19 Oktober 2026. Dalam kesempatan tersebut, WCC menyatakan kesiapannya bermitra secara strategis dengan LSP, termasuk melakukan link and match antara mahasiswa dan alumni pemegang Sertifikat Kompetensi dengan mitra industri.

Seminar yang berlangsung di Ruang Teater lantai 4 Gedung Kyai Saleh Darat, Rektorat UIN Walisongo Semarang, ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Dr. H. Imam Yahya, M.Ag., serta dihadiri Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. Hj. Umul Baroroh, M.Ag. Turut hadir unsur pimpinan fakultas dan lembaga, ketua program studi, pengurus dan calon asesor LSP, pengurus Dema dan HMJ, serta mahasiswa penerima sertifikat kompetensi BNSP.

Dalam sambutannya, Direktur LSP UIN Walisongo, Dr. H. Wahab, MM., menyampaikan bahwa saat ini LSP UIN Walisongo telah memiliki 10 skema sertifikasi dengan dukungan 24 asesor. Ia menegaskan, jumlah skema tersebut akan terus ditambah dengan melihat potensi dan kebutuhan yang berkembang, termasuk menambah jumlah asesor yang tersedia agar layanan uji kompetensi dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa dan alumni.

Sementara itu, Wakil Rektor I menyampaikan apresiasi kepada LSP UIN Walisongo yang telah resmi terdaftar di Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dengan status LSP Pihak Pertama (P1). Status tersebut menjadikan LSP UIN Walisongo berwenang menyelenggarakan uji kompetensi bagi mahasiswa dan lulusan sendiri. Ia juga mendorong mahasiswa untuk memiliki sertifikat kompetensi sebagai pendamping ijazah, sehingga lulusan tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki bukti keahlian yang diakui secara nasional.

Pemateri Dr. H. Ismail, M.Ag. memaparkan perjalanan pendirian LSP UIN Walisongo yang diawali dengan Focus Group Discussion pada 28 Agustus 2024, dilanjutkan sosialisasi kepada para dekan, kaprodi, dan sekprodi pada 4 September 2024, benchmarking pada 7 Oktober 2024, workshop penyusunan dokumen pengajuan pada 26 Oktober 2024, hingga finalisasi dokumen pendirian pada 25 November 2024. Proses tersebut membuahkan Sertifikat Lisensi BNSP Nomor BNSP-LSP-2731-ID yang diterbitkan di Jakarta pada 31 Desember 2025, berlaku hingga 31 Desember 2030, dan diserahterimakan pada Selasa, 3 Maret 2026.

Ia menjelaskan, sepuluh skema yang kini tersedia meliputi Penyiar TV, Penyelia Halal, Penerjemah Teks Umum, Staf Operasional Perbankan, Kameramen TV, Ilmuwan Data Muda, Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat, Pengimplementasian Strategi Kehumasan, Perencanaan Pemilihan Penyedia Barang/Jasa, dan Pengelolaan Zakat. Peserta uji kompetensi adalah mahasiswa aktif dari program studi yang terkait dengan kompetensi, telah menyelesaikan semester 5, dan telah melaksanakan praktik kerja atau magang di instansi, lembaga, atau perusahaan yang relevan. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman lsp.walisongo.ac.id, Instagram @lsp_uinwalisongo, surel [email protected], atau telepon (024) 7604554.

Dr. Ismail juga memaparkan praktik baik kelulusan uji kompetensi mahasiswa UIN Walisongo, yakni 10 mahasiswa pada 10 skema, serta pelaksanaan uji kompetensi bagi mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) melalui skema kerja sama. Ke depan, LSP tengah mengembangkan 12 skema baru berbasis SKKNI dan SKKK, yaitu Model Pembelajaran Al-Qur’an, Operator Komputer, Desainer Multimedia Muda, Office Administrative, Staf Akuntansi, Public Speaking, Juru Sembelih Halal, Spesialis Media Sosial, Pemimpin Perjalanan Wisata, Pelaksana Dasar Perbankan Syariah, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), serta Bahasa Inggris untuk Tenaga Administrasi Profesional.

Dalam paparannya, pemateri Prof. Dr. Amilin menyampaikan bahwa UIN Walisongo dapat mengambil inisiatif dalam menangkap potensi dan peluang sertifikasi yang dibutuhkan masyarakat. Dengan menghadirkan skema sertifikasi yang relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan, mahasiswa dan alumni UIN Walisongo akan memiliki kompetensi yang diakui sehingga lebih mudah diterima di tengah masyarakat dan dunia kerja.

Prof. Amilin juga berpesan kepada mahasiswa agar bijak dalam bermedia sosial, karena jejak digital kini turut menjadi bahan pertimbangan dalam dunia kerja. Ia mendorong mahasiswa memanfaatkan kekuatan LinkedIn sebagai etalase profesional untuk menampilkan prestasi serta kegiatan yang berkaitan dengan akademik dan karier, termasuk sertifikat kompetensi yang telah diraih.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Ketua WCC UIN Walisongo, Nasrul Fahmi Zaki Fuadi, menyampaikan bahwa keberadaan LSP sangat dibutuhkan oleh alumni dalam memperoleh pekerjaan maupun meniti karier. Menurutnya, dunia kerja saat ini tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga bukti kompetensi yang terukur.

“Sertifikat kompetensi dari LSP menjadi nilai tambah yang nyata bagi alumni UIN Walisongo. Di tengah persaingan pasar kerja yang semakin ketat, pengguna lulusan membutuhkan bukti bahwa calon pekerja benar-benar menguasai keterampilan di bidangnya. Di sinilah LSP UIN Walisongo hadir menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Ia menegaskan, WCC siap menjadi mitra strategis LSP UIN Walisongo. Bentuk konkret kemitraan itu adalah link and match antara mahasiswa dan alumni yang telah memiliki Sertifikat Kompetensi dengan mitra industri WCC, sehingga pemegang sertifikat dapat dipertemukan langsung dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai bidang kompetensinya. Sinergi juga dapat diperluas melalui penyebaran informasi skema sertifikasi kepada mahasiswa dan alumni serta penyelarasan program pelatihan WCC dengan kebutuhan uji kompetensi.

“Sertifikat kompetensi akan semakin bermakna jika terhubung dengan peluang kerja yang nyata. WCC memiliki jejaring alumni dan mitra perusahaan, sementara LSP memiliki kewenangan sertifikasi. Karena itu, WCC siap menjembatani lulusan bersertifikat dengan mitra industri, sehingga lulusan UIN Walisongo lebih siap dan lebih dipercaya oleh dunia kerja,” tegasnya.

Kehadiran WCC dalam kegiatan ini sejalan dengan komitmen WCC untuk terus mendampingi mahasiswa dan alumni, mulai dari persiapan karier, pelatihan, hingga penempatan kerja. Ke depan, WCC berharap kolaborasi dengan LSP dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan daya saing dan keterserapan lulusan UIN Walisongo di pasar kerja maupun di tengah masyarakat.

Learning Consultant
Ruangguru
Tutup 17 August 2026
Management Trainee
PT Kereta Api Indonesia (Persero)
Tutup 30 May 2026
Officer Development Program (ODP)
Bank Syariah Indonesia (BSI)
Tutup 31 July 2026
CPNS Unlocked: Strategi Lolos Seleksi dan Memulai Karier sebagai ASN
26 September 2026
Unlock Your Potential: Strategi Membangun Karier dan Masa Depan Profesional
21 August 2026
How to Win a Scholarship: Rahasia Lolos Beasiswa S2
3 August 2026
Dari UIN ke Dunia Kerja: Strategi Lolos Rekrutment Perusahaan Ternama
22 May 2026
Career Workshop: CV & LinkedIn Branding
15 May 2026
WCC UIN Walisongo Siap Jembatani Lulusan Bersertif...
19 October 2026
Walisongo Career Center UIN Walisongo di forum Peningkatan Talenta Mahasiswa PTKI Diktis, Yogyakarta
Walisongo Career Center Hadiri Forum Talenta Mahas...
10 October 2026
M. Asiful Huda berbagi strategi lolos CPNS di Career Talk WCC UIN Walisongo
Strategi Lolos CPNS ala M. Asiful Huda, Alumni UIN...
26 September 2026
Lulusan Teknik Lingkungan UIN Walisongo angkatan pertama saat wisuda Agustus 2026
Sebulan Usai Wisuda, Seluruh Lulusan Perdana Tekni...
25 September 2026
Ilustrasi persiapan tes kebanksentralan PCPM BI Angkatan 41
Tes Kebanksentralan PCPM BI: Kisi-Kisi Lengkap dan...
12 September 2026
Pembekalan Calon Wisudawan UIN Walisongo: Strategi Karier
WCC UIN Walisongo Bekali Calon Wisudawan dengan St...
21 August 2026

Ada Pertanyaan?

Butuh informasi lebih lanjut mengenai agenda ini? Silakan hubungi admin Career Center via WhatsApp.