Yogyakarta – Menjadi karyawan bukan satu-satunya jalan bagi lulusan. Kesadaran inilah yang mendorong delegasi Walisongo Career Center (WCC) UIN Walisongo mengikuti CCOP Kewirausahaan dalam rangkaian ICCN Summit 2026 di Universitas Negeri Yogyakarta, Kamis (15/10/2026) malam.
Sesi CCOP Kewirausahaan ini menghadirkan dua pegiat pendidikan kewirausahaan: Sonny Rustiadi, S.E., MBA., Ph.D., CBAP. (Ketua Program Studi Sarjana Kewirausahaan SBM ITB) dan Dr. Dion Dewa Barata (Director Wadhwani Entrepreneurship Network Indonesia). Diskusi difasilitasi Prof. Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., CRA., CRP. Bagi WCC, yang memiliki Divisi Kewirausahaan dan Pengembangan Usaha, forum ini menjadi ruang belajar untuk merancang pendampingan wirausaha yang lebih terarah bagi mahasiswa dan alumni.
Arah ini sejalan dengan kebijakan nasional. Kemdiktisaintek mengukur keberhasilan pendidikan tinggi dari persentase lulusan yang bekerja atau berwirausaha dalam satu tahun setelah lulus. Pembicara internasional David Wongso, Founder DexWellness Australia, juga memasukkan entrepreneurship dan intrapreneurship sebagai pilihan karier yang perlu dibuka pusat karier, di samping karier domestik dan global.
Selain kewirausahaan, ICCN Summit 2026 menegaskan pergeseran besar peran pusat karier. Pendiri ICCN Nurhadi, S.T., M.M., LCCC. menyebut employability sebagai tanggung jawab institusi, dengan pusat karier sebagai orkestratornya. Pesannya sederhana: pusat karier tidak harus mengerjakan semuanya sendiri. Kuncinya adalah menghubungkan mitra yang tepat, memulai dari skala kecil, misalnya satu program studi dengan sekitar 100 mahasiswa tahun akhir, lalu membuktikan dampaknya.
Data juga menjadi kata kunci. Vinita Pitoomal dari LinkedIn Indonesia menilai Indonesia menghadapi “masalah sinyal”. Kampus membaca dunia kerja dengan siklus kurikulum bertahun-tahun, sementara industri bergerak dalam hitungan minggu. Kajian Kemdiktisaintek 2026 menambahkan temuan penting: micro-credential dan sertifikasi profesional berasosiasi positif dengan kesiapan kerja. Sementara itu, kesenjangan terbesar lulusan menurut industri justru ada pada kepemimpinan dan pemecahan masalah, bukan keterampilan digital.
Bagi WCC UIN Walisongo, wawasan dari CCOP Kewirausahaan dan gagasan-gagasan tersebut akan diterjemahkan ke dalam penguatan program, mulai dari pendampingan wirausaha, pemanfaatan data tracer study, hingga perluasan kemitraan dengan industri dan alumni.