Semarang – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Walisongo Semarang sukses menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Tracer Study Tahun 2026 pada Selasa (7/7/2026) pukul 09.00–11.00 WIB. Bertempat di Ruang Sidang Senat, Gedung Rektorat Lantai 4, agenda strategis ini dihadiri oleh jajaran pimpinan LPM, Person in Charge (PIC) dari seluruh program studi, serta tim Walisongo Career Center (WCC).
Pertemuan ini menjadi langkah krusial institusi untuk memperkuat sinergi tingkat program studi guna mendongkrak partisipasi pengisian data pelacakan alumni secara riil, akurat, dan berkelanjutan.
Instrumen Strategis Akreditasi BAN-PT dan Sinkronisasi PD Dikti

Ketua LPM UIN Walisongo Semarang, Dr. Saminanto, S.Pd., M.Sc., menegaskan bahwa tracer study merupakan salah satu indikator vital dalam proses akreditasi nasional maupun internasional. Terlebih, sistem pelacakan ini kini telah terintegrasi langsung dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti).
“Tracer study bukan sekadar kewajiban administratif pelaporan. Ini adalah instrumen penting untuk mengukur ketercapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), mengevaluasi relevansi kurikulum dengan dunia kerja, serta memantau masa tunggu alumni dalam memperoleh pekerjaan,” jelas Dr. Saminanto.
Berdasarkan laporan berkala Tim Tracer Study LPM, dari total 3.932 lulusan tahun 2025, saat ini baru tercatat 919 alumni yang berpartisipasi (sekitar 30,50 persen). Data inilah yang menjadi basis evaluasi bagi program studi untuk melakukan pembenahan mutu akademik secara kontinu (Continuous Quality Improvement).
Pendekatan Personal dan Ekosistem Layanan Karier WCC
Menyikapi tantangan tersebut, Kepala Pusat Pendampingan dan Pengembangan Mutu Mahasiswa dan Alumni, Nasrul Fahmi Zaki Fuadi, M.Si., menggarisbawahi pentingnya kedekatan emosional program studi dalam menjangkau alumni. Pendekatan personal dinilai jauh lebih efektif memicu respons positif dibandingkan broadcast informasi secara massal.
Beliau juga mengidentifikasi salah satu kendala di lapangan: alumni yang belum bekerja sering kali sungkan atau ragu mengisi kuesioner. Menjawab tantangan tersebut, LPM bersama WCC terus menghadirkan ekosistem pendampingan karier yang solutif.
“Kami menciptakan siklus yang saling menguatkan. WCC menyediakan layanan info lowongan kerja, pelatihan, dan pengembangan kompetensi bagi alumni. Sebaliknya, prodi dan alumni berkontribusi memberikan data balik melalui pengisian aplikasi SiTrace. Manfaat yang dirasakan alumni akan secara otomatis meningkatkan kesadaran mereka untuk berpartisipasi,” ungkap Nasrul Fahmi.

Simulasi Teknis dan Optimalisasi Sistem SiTrace
Guna menyamakan persepsi teknis pelaksanaan di tingkat prodi, Kirana Nur Lyansari, M.A., memimpin sesi panduan dan simulasi penggunaan platform tracer study internal universitas.
Materi teknis yang dibahas bersama para PIC meliputi:
- Mekanisme pengisian dan pembagian peran PIC program studi.
- Strategi taktis peningkatan persentase response rate alumni.
- Simulasi fitur, monitoring pengumpulan data, dan pelaporan kendala melalui sistem online.
Melalui integrasi data yang semakin solid antara program studi, LPM, dan pusat karier, UIN Walisongo optimis mampu menghasilkan potret data lulusan yang komprehensif demi mendukung daya saing alumni di pasar global.