Semarang, 6 November 2026 – Walisongo Career Center (WCC) UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Calon Wisudawan bertajuk “Setelah Wisuda, Tidak Ada yang Benar-Benar Siap: Cerita tentang Pilihan, Kegagalan, PHK, dan Keberanian untuk Terus Berjalan”, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–10.00 WIB di Auditorium II Kampus III UIN Walisongo Semarang ini menghadirkan Muhammad Syafiun Najib, S.Sos., alumni UIN Walisongo tahun 2019 sekaligus Founder DipajangID.
Kegiatan ini bertujuan memberikan bekal kepada calon wisudawan dalam menghadapi berbagai tantangan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, baik memasuki dunia kerja, membangun usaha, maupun menempuh pendidikan lanjutan. Melalui pengalaman langsung seorang alumni, peserta diajak memahami bahwa perjalanan setelah wisuda tidak selalu berjalan sesuai rencana dan membutuhkan kesiapan untuk terus belajar serta beradaptasi.
Ketua Walisongo Career Center, Nasrul Fahmi Zaki Fuadi, M.Si., dalam pesannya menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari hubungan mahasiswa dengan almamater. Sebaliknya, wisuda menjadi awal perjalanan baru sekaligus momentum bagi lulusan untuk menunjukkan kompetensi, menjaga nama baik institusi, dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Wisuda menutup masa studi Anda, bukan hubungan Anda dengan almamater,”

Ia mengajak para lulusan untuk tetap terhubung dengan UIN Walisongo melalui WCC, memanfaatkan berbagai layanan pengembangan karier, serta berkontribusi melalui jejaring dan program berbagi pengalaman ant alumni.
Lebih lanjut, Nasrul memperkenalkan WCC sebagai mitra pengembangan karier mahasiswa dan alumni yang menyediakan berbagai layanan, seperti informasi lowongan kerja, pelatihan dan workshop, konseling karier, review CV, simulasi wawancara, hingga jejaring alumni. Ia juga mengajak calon wisudawan untuk berpartisipasi aktif mengisi Tracer Study karena data tersebut menjadi bagian penting dalam evaluasi kurikulum, peningkatan mutu lulusan, indikator kinerja universitas, serta proses akreditasi program studi dan institusi.
Memasuki sesi utama, Muhammad Syafiun Najib membagikan perjalanan hidup dan pengalaman membangun DipajangID, sebuah usaha yang bergerak di bidang produk kaligrafi dan dekorasi rumah bernuansa Islami. Ia menceritakan bahwa perjalanan bisnisnya dimulai pada 22 Desember 2018 dari sebuah gudang kecil berukuran 2,5 x 2 meter di rumah kontrakan.
Perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus. Setelah menyelesaikan kuliah pada akhir 2019, Syafiun sempat menjalani beberapa pekerjaan, mulai dari desainer grafis di agensi, guru ekstrakurikuler di SMP, hingga petugas katering. Namun, pada Juli 2020, ia mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi COVID-19. Situasi tersebut menjadi salah satu titik balik yang mendorongnya untuk lebih serius menekuni bisnis yang telah dirintis.

Dalam pemaparannya, Syafiun mengungkapkan bahwa membangun usaha bukan sekadar memulai sesuatu yang baru, tetapi juga tentang kemampuan mempertahankan dan mengembangkan apa yang telah dibangun.
“Memulai ternyata jauh lebih mudah daripada mempertahankan.”
Dari usaha yang awalnya dikerjakan sendiri, DipajangID perlahan berkembang dengan melibatkan tim dan membangun ekosistem bisnis yang lebih luas. Syafiun juga menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dengan perubahan, terutama dalam bidang bisnis, pemasaran, desain, produksi, dan teknologi.
Kepada para calon wisudawan, ia berpesan agar tidak menjadikan ketidakpastian masa depan sebagai alasan untuk berhenti melangkah. Ia mengakui bahwa dirinya pun pernah berada dalam situasi belum mengetahui secara pasti akan menjadi apa setelah lulus.
“Tidak apa-apa jika kalian belum tahu akan menjadi siapa. Saya juga pernah berada di posisi itu,” ungkapnya.
Ia mengajak peserta untuk tidak terus-menerus menunggu kepastian atau merasa harus siap sepenuhnya sebelum memulai sesuatu. Sebab, keberanian untuk mencoba, kesediaan untuk belajar, dan konsistensi dalam menjalani proses merupakan bagian penting dalam menemukan arah perjalanan hidup.
Melalui kegiatan ini, WCC UIN Walisongo berharap calon wisudawan memiliki perspektif yang lebih realistis dan optimistis dalam menghadapi kehidupan pascakampus. Kesuksesan tidak selalu hadir melalui jalan yang lurus dan terencana, tetapi dapat tumbuh dari keberanian mengambil pilihan, kemampuan menghadapi kegagalan, serta kemauan untuk terus berkembang.
WCC UIN Walisongo mengajak seluruh lulusan untuk tetap terhubung dengan almamater melalui berbagai layanan dan program pengembangan karier di laman wcc.walisongo.ac.id serta Instagram @wcc.official. Dengan demikian, hubungan antara kampus dan alumni tidak berhenti setelah wisuda, tetapi terus tumbuh melalui kolaborasi, jejaring, dan kontribusi bersama.
